Sabtu, 30 Januari 2016

Topologi Jaringan LAN (Local Area Network)

Isi Materi pada Kategori Networking-1 ini meliputi
  • Pengenalan LAN (Local Area Network)
  • Media Implementasi Jaringan
  • Software Dan Protokol LAN
  • TCP/IP
  • IP Address
  • DNS (Domain Name Service)
  • Konfigurasi DNS Server
  • Desain LAN


Tujuan:
  • Netizen dapat mengetahui dan menjelaskan mengenai apa dan bagaimana itu sebuah LAN.
  • Netizen Siswa dapat mengetahui mengenai topologi dari LAN

PENGENALAN LAN

Jika kita berbicara masalah internet, ada pandangan bahwa internet itu merupakan suatu hubungan antar komputer di seluruh dunia dengan pusat pada suatu komputer tertentu. Pandangan ini kurang benar, karena sebenarnya Internet merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan besar ataupun kecil diseluruh dunia. Nah, sebagai awalan kita akan mepelajari bagian internet tersebut yaitu jaringan local.

Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan/kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric  ini disebut dengan LAN Topologies.

Terdapat enam Network Topologi yaitu :

  • Star
  • Mesh
  • Ring
  • Bustree
  • Hybrid

Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sbb :

  • Twisted pair
  • Coaxial cable
  • Optical cable, atau
  • Wireless.

Physical Topologi adalah bagaimana  kabel digelar sedangkan Logical Topologi adalah bagaimana jaringan (network) bekerja pada ‘physical wiring’. Harus diingat bahwa representasi secara logical dari suatu topologi mungkin bias sangat berbeda dengan implementasi secara fisiknya (physical implementation).

Sebagai contoh semua workstation dalam suatu token ring, secara logical dihubungkan secara ring. Akan tetapi secara fisik setiap station dihubungkan (attached) ke ‘central hub’, seperti sebuah star topologi.

TOPOLOGI JARINGAN


  1. Topologi Bus atau Daisy Chain
  2. Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut: 
    • Merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node 
    • Umum digunakan karena sederhana dalam instalasi 
    • Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision 
    • Problem terbesar pada saat kabel putus. 
    Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
    Jawaracloud.com Topologi BUS, Jaringan, Networking
  3. Topologi Ring
  4. Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
    • lingkaran tertutup yang berisi node-node 
    • sederhana dalam layout 
    • signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana 
    • Problem: sama dengan topologi bus 
    • Biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star
      topologi ring topologi jaringan lan


  5. Topologi Star
  6. Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
    • setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
    • mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
    • keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
    • dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP
      topologi star topologi jaringan lan
  7. Topologi Mesh
  8. MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.
  9. Topologi TREE
  10. Tree topologi dibangun oleh Bus network yang dihubungkan secra bersama-sama. Contoh : setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Bus Network yang telh terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah tree teknologi yang bisa mengcover semua kampus. Karena tree topologi terdiri dari Bus topologi yang dihubungkan secra bersama maka tree topologi memiliki karakterisitik yang sama dengan Bus topologi. Dia dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.

HYBRID
Hybrid Network adalah network yang dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi. Sebuah hybrid network mungkin, sebagi contoh, diakibatkan oleh sebuah pengambil alihan suatu perusahaan. Sehingga ketika digabungkan maka teknologi-teknologi yang berbeda tersebut harus digabungkan dalam sebuah network tunggal. Sebuah hybrid network memiliki semua karakterisitik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut.

Simak Artikel berikutnya tentang Media Implementasi Jaringan


#Shobi | jawaracloud.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar